Namaku
Mila Arinda Putri, aku terlahir disebuah desa dan dibesarkan di keluarga
sederhana, bersama saudara-saudaraku yang keduanya perempuan. Sedari kecil aku
diajarkan oleh kedua orang tuaku untuk menjadi anak yang mandiri, dan harus
selalu berusaha atas apa yang dicita-citakan. Ketika masih kecil aku sudah
terlatih menjadi anak yang berbakti dan juga tidak boleh mengeluh atas apa yang
diberikan tuhan kepada kita.
Saat ini kakakku sudah berkeluarga,
sedangkan adikku masih duduk di bangku SMP. Aku adalah satu dari kedua
saudaraku yang sangat ingin melajutkan sekolah yang lebih tinggi. Aku ingin
membanggakan orang-orang yang ada di sekitarku. Bersama mimpi-mimpi yang
tinggi, aku bertekad dimanapun tempatku belajar aku akan bersungguh-sungguh. Orang
tuaku berharap aku akan menjadi orang sukses yang berguna bagi diri sendiri
maupun bagi orang lain.
Dulu aku anak pemalu yang tidak suka
berkenalan dengan orang baru dan sangat jarang mengikuti kegiatan di sekolah
maupun dilingkungan rumah. Aku sempat mengikuti ekstrakulikuler di SMA namun
kedua orang tuaku tidak mengizinkan karena pulangya menjelang malam, sedangkan
jarak antara rumah dan sekolahku sangat jauh dan juga karena kendaraan umum
menjelang malam hari sangat susah.
Sedari
kecil setiap habis magrib aku mengaji disebuah pesantren yang tidak jauh dari rumahku,
aku berjalan kaki menuju pondok pesantren tersebut. Dulu masih ada kedua
sahabatku yang menemaniku berangkat dan pulang mengaji, namun lambat laun
semakin besar, kedua sahabatku tersebut sudah tidak mau mengaji lagi, tapi itu
tidak menyurutkan niatku untuk terus mencari ilmu. Aku juga diberi amanah oleh
ustazahku untuk mengajar anak-anak kecil membaca Al-Quran, bukan hanya
mengajarkan membaca, namun dipesantren tersebut aku mengajarkan mereka untuk
menjadi anak yang disiplin dengan tidak membeli makanan ketika waktu belajar
sedang berlangsung, dan juga mengajarkan sopan santun terhadap orang yang lebih
tua. Ketika melihat anak-anak tersebut belajar dengan sungguh-sungguh, aku
berdoa dan berharap agar mereka menjadi anak sholeh-sholehah yang nantinya bisa
berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Bertahun-tahun mengajar di pesantren
membuatku merasa betapa bahagianya menjadi seseorang yang berguna bagi orang
lain. Namun kini aku sudah tidak bisa mengajar di pondok pesantren tersebut
karena aku harus merantau untuk mengejar impianku.
Sekarang aku adalah seorang
mahasiswa Jurnalis di Politeknik Negeri Jakarta yang tepatnya berada di Depok,
Jawa Barat. Mendapat izin dari orang tua untuk melanjutkan ke perguruan tinggi
sangat sulit, karena kedua orang tuaku takut nantinya aku tidak bisa menjaga
diri jika jauh dari mereka, aku terus meyakinkan mereka agar memberi izin. Tak
tega melihat tangisanku yang terus mengalir dan tekadku yang sangat ingin
melanjutkan kuliah, akhirnya kedua orang tuaku memberikan izin untuk berangkat
ke Depok. Bersama tekad yang yang kuat, untuk pertama kalinya aku memberanikan
diri berangkat dari Bojonegoro-Jakarta seorang diri.
Menjadi
orang baru disebuah kota besar tidak mudah, yang dulunya aku tidak suka
berkenalan dengan orang baru, aku yang dulunya tidak suka kesana-kesini
sendiri, namun kini aku dituntut untuk menjadi seorang yang pemberani
menghadapi dunia.
Aku terus belajar dan akan terus
mencari teman baru untuk menambah wawasan dan pengalaman. Dengan mengikuti
berbagai kepanitiaan yang ada di kampus, aku berharap tenaga dan fikiranku akan
berguna bagi orang lain. Aku juga terus berusaha untuk meringankan beban orang
tua dalam membiayai kuliahku, berjualan makanan setiap harinya sudah biasa aku
lakukan. Dengan usaha dan doa, pada semester 2 aku mendapat kesempatan untuk
memperoleh beasiswa kampus yakni sebesar 1.500.000 yang hanya diberikan satu
kali saja. Beasiswa tersebut aku pergunakan untuk membiayai kehidupanku
sehari-hari seperti membayar kos dan makan.
Menjadi mahasiswa jurnalistik adalah salah satu impikanku,
aku ingin menjadi jurnalis yang amanah dan berguna bagi masyarakat dalam
menyampaikan berita yang sebenar-benarnya. Untuk itu aku akan terus menggali
ilmu pengetahuan tentang apasaja yang harus dipelajari jika ingin menjadi
seorang jurnalis profesiaonal dan nantinya bisa menghapus berita-berita palsu
yang beredar di negara ini.
(Beasiswa Bazma Pertamina)
(Beasiswa Bazma Pertamina)
No comments:
Post a Comment